Jumat, 18 Maret 2016

Tips Perawatan AC


Perawatan Harian
Perawatan terhadap instalasi unit AC selalu disarankan untuk dilakukan baik secara harian atau berkala

Perawatan Berkala
Mingguan
-Bersihkan filter udara pada coil evaporator
-Bersihkan kisi-kisi kondensor
-Periksa kekencangan v-belt
-Periksa fungsi fan condensor
Bulanan
-Periksa dan pastikan posisi pulley compressor dengan pulley engine sejajar
-Periksa kekencangan baut secara berkala dan sistem kelistrikanya
-Periksa secara keseluruhan posisi dan kekuatan braket compressor, condensor dan evaporator
Tahunan
Perawatan tersebut harus dilakukan oleh seorang ahli dari bengkel resmi yang ditunjuk
Disarankan :
Tiap 3 bulan konsumen melakukan perawatan rutin di bengkel resmi AC

Perlu Diperhatikan
Pada saat menghidupkan AC perhatikan apakah ada gejala yang tidak seperti biasanya
PENTING
Untuk perawatan yang sulit disarankan dilakukan oleh tenaga ahli


Cara Memilih Oli Terbaik Untuk Mobil Diesel

Teknologi serta performa Mobil bermesin Diesel saat terus berkembang. Tapi kurang tersedianya pilihan oli-oli Diesel high spec yang ada di market sering bikin user kesusahan memastikan oli Diesel apa yang sesuai sama dengan keperluan serta biaya user. Maka itu disini saya bakal coba bikin tips tentang oli oli Diesel yang layak dipakai sesuai sama dengan keperluan user.

Kendaraan Diesel Euro II (MPV/SUV/Sedan/Double Cab) dalam keadaan standard (non modified) :

Untuk standard yang paling basic dapat memakai pelumas 15W-40 spesial Diesel yang banyak didapati di market.

Tengah apabila memperhitungkan performa yg lebih terbaik, maka dianjurkan memakai oli semi synth 10W-40 spesial Diesel dengan API minimum CF (newer is better until CI-4) or ACEA minimum B3 (newer is better until B5)

Untuk pilihan yang lebih terbaik spt kelas Full Synth dapat memakai pelumas Full Synth 5W40/5W30/0W40 yg comply dengan standard LongLife beragam pabrikan Otomotif. Kendaraan Diesel Euro II (MPV/SUV/Sedan/Double Cab) dalam keadaan mild to heavy modified :

Untuk standard yang paling basic dapat memakai pelumas 15W-40 spesial Diesel yang banyak didapati di market.

Tengah apabila memperhitungkan performa yg lebih terbaik, maka dianjurkan memakai oli semi synth 10W-40 spesial Diesel dengan API minimum CF (newer is better until CI-4) or ACEA minimum B3 (newer is better until B5)
Untuk pilihan yang lebih terbaik spt kelas Full Synth dapat memakai pelumas Full Synth 5W40/5W30/0W40 yg comply dengan standard LongLife beragam pabrikan Otomotif.

Dengan catatan : Interval ubah oli diperpendek dibanding bila mesin tetap dalam keadaan standard.

Apabila inginkan pelumas Full Synth light viscosity yang heavy duty dengan kekuatan interval yang jauh maka dapat menentukan pelumas-pelumas Full Synth 5W30/5W40 yg comply dengan standard MB 228. x (228. 3/228. 5), ACEA E series dan standard2 heavy duty diesel yang lain spt :

Mack EO-M+, EO-N Premium Plus ’03

DDC Power Guard 93K214

Caterpillar ECF-1-a, ECF-2 

Meskipun mesin bensin serta mesin diesel tetap dalam satu system (yakni system mesin pembakaran dalam), tetapi ciri-ciri ke-2 mesin itu pasti tidak sama. Mesin diesel di kenal memakai langkah bakar kompresi (CI/Compression ignition), di mana memerlukan desakan tinggi. Desakan yang tinggi itu bikin mesin diesel membuahkan suhu yang lebih panas dari pada mesin bensin. Nah tersebut mengapa. olie mesin diesel pasti mempunyai ciri-ciri yang tidak sama juga.


Oli Mesin Diesel


Pada mesin diesel, angin serta bahan bakar dikompresi dengan benar-benar tinggi, hingga bikin suhu naik sampai meraih titik bakar. Perbandingan kompresi pada mesin diesel terendah waktu ini 16 : 1 sampai yang paling efektif bisa meraih 20 : 1. Bandingkan dengan mesin bensin, tertinggi perbandingan kompresinya cuma  12 : 1.

Diluar itu, pada mesin diesel, bahan bakar diinjeksikan kedalam area bakar segera dengan desakan benar-benar tinggi oleh bosc pump ke area bakar. Hal semacam ini mempunyai tujuan juga untuk menambah kompresi, di mana supaya kombinasi angin serta solar bisa terbakar.

Perubahan Teknologi mesin Diesel

Teknologi pada mesin diesel juga memengaruhi oli atau pelumas yang digunakannya.
Mesin diesel dalam perubahannya mengetahui dua type system injeksi bahan bakar, yakni : System injeksi tak segera (indirect injection), system ini saat ini ditinggalkan pada mobil baru. Serta untuk mobil baru telah banyak memakai System injeksi segera (Direct Injection). Teknolog generasi teranyar direct injection yaitu common rail.




 Dengan teknologi baru direct injection " common rail ", kemampuan mesin diesel makin efektif, serta performanya juga telah hampir mendekati mesin bensin. Seperti, Getaran serta suara yang semakin halus., start pada waktu dingin lebih gampang serta tidak butuh lagi pemanasan yang lama. Juga emisi gas buangnya, yakni karbondioksida (CO2), lebih rendah dibanding mesin bensin. Ada sedikit kelemahannya yakni pada asapnya yang lebih tidak tipis, tetapi pada product terbaru, persoalan ini telah dapat ditekan.

Tidak pelak,, pemakaian mesin diesel semakin hari makin popular saja, serta selalu berkembang dengan cepat. Di Indonesia sendiri, kendaraan kecil serta kompak telah banyak yang beredar memakai mesin diesel common rail, seperti Hyundai i2 serta Ford Focus.

Tetapi, Type kendaraan bermesin diesel paling banyak yaitu kendaraan type Sport Utility Vehicle (Fortuner, Mitusbishi Pajero), serta Pick Up Double Cap (Mitsubishi Strada, Isuzu D-Max, Ford Ranger, Toyota Hilux). Kijang Innova, satu diantara mobil paling larispun juga ada versus dieselnya.
Tak hanya diesel common rail, kendaraan dengan mesin diesel non-common rail juga ada banyak kita pakai. Seperti pada Toyota Kijang lama, Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, etc.

Klasifikasi Oli untuk Diesel


Nah, tentang pemeliharaan mesin diesel, utama untuk tahu terlebih oli yang bakal dipakai. Lantaran ciri-ciri olinya juga tidak sama, baiknya tahu referensi dari pabrik mobil tentang pemakaian olie dengan ciri-ciri yang sesuai sama. Dengan pemakaian olie yang pas tujuan, pasti bakal lebih ekonomis pemakaiannya. Baiknya tak memakai olie berteknologi terbaru pada mesin diesel type lama. Pasalnya, tak hanya harga nya lebih mahal, juga belum pasti bakal pas serta bakal menyebabkan masalah pada mesin. Hal semacam ini karena mesin lama di buat dengan klasifikasi yang sesuai dengan ciri-ciri oli lama.

Pada klasifikasi SAE olie mesin diesel sesungguhnya sama juga dengan mesin bensin. SAE yakni tunjukkan viskositas, di indonesia biasanya kendaraan mempergunakan olie SAE 10W-50, 20W-50 atau 5W-30. Mutu/grade pada olie juga utama untuk di perhatikan, yakni diperlihatkan dengan Klasifikasi API Service, seperti CD, CG, CF-4, CH dan sebagainya. Mutu paling baik yang ada sampai saat ini yaitu api service CI.

Viskositas (kekentalan) Olie yang terbaik, kental apa encer?

Viskositas olie ditetapkan oleh instansi pengawas pelumas (SAE), makin kecil SAE oli maka oli bakal makin kental. Umpamanya, olie SAE 15w-40w lebih kental dari pada olie dengan kode SAE 30w-50w.

Pertanyaannya, apakah oli encer itu lebih terbaik untuk mesin? Tiap-tiap pergantian dari spesifikasi olie itu pasti mempunyai efek sendiri-sendiri. Bila memakai oli yang lebih encer, efek sebaiknya mesin bakal lebih gampang berputar. serta performa yang dihasilkan juga dapat lebih cepat terwujud.

Tetapi efek buruknya, suara mesin bakal terdengar lebih berisik. Serta karena getaran yang dihasilkan juga jadi lebih jadi. Bila mesin di rasa mempunyai performa lebih tinggi, umumnya pengemudi bakal suka bermain dengan kecepatan. Mengakibatkan, usia komponen mesin jadi lebih pendek.

Sesaat bila memakai oli yang lebih kental, suara mesin dapat diredam dengan terbaik, hingga lebih halus. buruknya, mesin bakal jadi berat berputar hingga konsumsi bahan bakarpun jadi lebih boros.

Baiknya memanglah memakai standard viskositas (SAE) yang sudah diputuskan oleh pabrikan, di mana hal semacam ini telah lewat rangkaian uji pada mulanya. Serta pakai olie yang cuma di buat untuk mesin diesel, lantaran waktu ini banyak produsen yang mengklaim oli bikinannya dapat untuk mesin diesel serta mesin bensin. Terkecuali yang tawarkan yaitu pabrikan olie yang telah populer/besar, lantaran mereka umumnya telah lakukan uji serta riset.

Untuk mesin yang telah berusia, umumnya bengkel merekomendasikan untuk menggunakan oli mobil yang lebih kental. Hal semacam ini karena pada komponen mesin tua bagian geseknya telah lebih longgar, tak rapat 100% seperti pada mesin mobil baru. Mengapa sekian? oli diesel yang lebih kental lebih cepat isi pada celah gesekan komponen.

Merek Serta Jenis Oli Mobil



Terakhir banyak merk serta type oli mobil yang beredar di market dengan spesifikasi yang terkadang membingungkan. Oli mahal belum pasti terbaik untuk kendaraan. Alih-alih bikin performanya makin ”greng”, malah saat kita salah tentukan, mesin jadi tak bekerja maksimal juga kurangi umur!

Terdapat banyak panduan yang perlu dimengerti supaya pemakaian oli pas dengan ciri-ciri mesin mobil yang kita punyai.

Supaya lebih terang, tersebut penjabaran singkat tips-nya :


1. Yang perlu dimengerti pertama kali yaitu spesifikasi mesin kendaraan. Di buku manual pasti dijelaskan teknologi mesin serta type oli yang pas. Merk apapun, pada intinya sama asal spesifikasinya dapat di terima oleh mesin mobil.

2. Cermati tingkat kekentalan. Mobil-mobil saat saat ini, terlebih yang telah ada embel-embel VVT, VVTi serta sejenisnya. Minimal memakai oli dengan kekentalan 10/40 atau 5/30. Mesin-mesin seperti itu tak pas bila dipasangkan dengan oli berkekentalan 20/50 atau yang lebih kental.

3. Cermati juga kode lain seperti API. API SM spesial untuk mobil beteknologi baru dirancang untuk berikan kontrol endapan temperatur tinggi yang lebih terbaik. Untuk generasi pada mulanya, umpamanya mobil keluaran 2004 ke bawah, disarankan gunakan kode SL. Lalu ada kode SJ untuk 2001 ke bawah.

4. Huruf ”W” yang ada di belakang angka awal, yaitu singkatan dari ”Winter”. Umpamanya SAE 15W-50, bermakna oli itu mempunyai tingkat kekentalan SAE 15 untuk keadaan suhu dingin serta SAE 50 pada keadaan suhu panas. Dengan keadaan seperti ini, oli bakal berikan perlindungan maksimal waktu mesin start pada keadaan ekstrim sekalipun.

5. Oli synthetic umumnya dianjurkan untuk mesin-mesin berteknologi teranyar (turbo, supercharger, DOHC, serta yang lain), memerlukan pelumasan lebih terbaik, dimana celah antar logam lebih sempit atau presisi. Cuma oli synthetic yang dapat melapisi serta mengalir prima.

6. Bisa ganti-ganti merk oli, asal kode kekentalan sama. Baiknya tak lakukan to up ( menaikkan volume) lantaran ada bekas pembakaran di area bakar yang perlu dibuang pada oli lama.



                                                                                        

PENGETAHUAN Ban

Perbedaan ban bias dan ban radial


Perbedaan mendasar dari Ban Bias dan Radial terletak pada susunan benang yang mengikat, berikut perbedaan detailnya sebagai berikut  :
Perbedaan ban bias dan ban radial
Ban pada dasarnya diklasifikasikan ke dalam dua struktur sebagai berikut:

Struktur Bias
Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka (frame) dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban.

Struktur Radial
Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan "Breaker" atau "Belt". Ban jenis ini hanya menderita sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini juga mempunyai "Rolling Resistance" yang kecil.


Perbedaan ban pakai ban dalam dan tanpa ban dalam (tubeless)




Beberapa istilah dalam perbedaan struktur ban

Tread adalah bagian telapak ban yang berfungsi untuk melindungi ban dari benturan, tusukan obyek dari luar yang dapat berusak ban. Tread dibuat banyak pola yang disebut Pattern.

Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang ( pada ban biasa terbuat dari tekstil , sedang ban radial terbuat dari kawat) yang diletakkan diantara tread dan Casing. Berfungsi untuk melindungi serta meredam benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh Casing.

Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban.

Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan berfungsi seperti angkur yang melekat pada Pelek.


Tabel Konversi Ply Rating dengan Load Range

PLY RATING
LOAD RANGE
PLY RATING
LOAD RANGE
2
A
14
G
4
B
16
H
6
C
18
J
8
D
20
L
10
E
22
M
12
F
24
N


Tabel Indeks Beban dan Kapasitas Pembebanan

Tabel indek beban adalah kode numerik yang menunjukkan kapasitas maksimum pembebanan pada kecepatan tertentu, sesuai dengan spesifikasi ban tersebut dalam standar, sampai dengan kecepatan 210 km/jam, bila melebihi kecepatan 210 km/jam, kapasitas pembebanan maksimum harus dikurangi sesuai dengan standar yang berlaku.

INDEK BEBAN
KG
INDEK BEBAN
KG
70
335
100
800
71
345
101
825
72
355
102
850
73
365
103
875
74
375
104
900
75
387
105
925
76
400
106
950
77
412
107
975
78
425
108
1000
79
437
109
1030
80
450
110
1060
81
462
111
1090
82
475
112
1120
83
487
113
1150
84
500
114
1180
85
515
115
1215
86
530
116
1250
87
545
117
1285
88
560
118
1320
89
580
119
1360
90
600
120
1400
91
615
121
1450
92
630
122
1500
93
650
123
1550
94
670
124
1600
95
690
125
1700
96
710
126
1750
97
730
127
1800
98
750
128
1850
99
775
129
1900

Simbol Kecepatan

Simbol kecepatan adalah simbol (huruf alfabet) yang menunjukan batas maksimum kecepatan sebuah ban yang dipacu dengan membawa beban yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam standar, selama 1 (satu) jam terus menerus.

SIMBOL KECEPATAN
KECEPATAN
(KM/JAM)
SIMBOL KECEPATAN
KECEPATAN
(KM/JAM)
A1
5
K
110
A2
10
L
120
A3
15
M
130
A4
20
N
140
A5
25
P
150
A6
30
Q
160
A7
35
R
170
A8
40
S
180
B
50
T
190
C
60
U
200
D
65
H
210
E
70
V
240
F
80
W
270
G
90
Y
300
J
100
Z
DI ATAS 240